Friday, 17 May 2013

Hidupmu, Bunga


Taman bunga membentang, oh.. alangkah harumnya.
Tapi aku tertarik padamu,
yg berbau busuk, bak bangkai terhitung ramai.

Taman mawar bermekaran, oh.. alangkah merahnya.
Tapi aku terpesona padamu,
yg bermahkota hitam, meringis sampai teriris.

Ku ambil parit dan sabit.

Bantai! Tebas! Tebas!
Biarkan tanaman yang lain tumbuh!!

Apakabar? dan semoga hidupmu menyenangkan.
walaupun mati, semoga matimu menyenangkan.

Aku mau bunga yang itu, biar ku petik
ku pakai di daun telingamu.
Lalu menarilah, lebih cepat, lebih semangat!

Katakan dengan lantang bahwa dunia ini milik mu.
Ya, milik mu.

Taman bunga membentang, oh.. alangkah indahnya.
Tapi aku tertarik padamu,
yang bukan bunga.