Friday, 17 May 2013

Cinta Bicara

Kau genggam tanganku
pilu.
Adakah hari terberkati
sebelum habis batas.

Tiada bunyi pada detik jam
hanya kereta jenazah
berlalu kelam.

Kau genggam tanganku
tanpa ku tatap wajahmu.
Hanya nadi yang bicara
lewat getar samar terbaca.

Kau pilih aku di penghabisan,
di hari kau tempatkan kepalamu
di pahaku.

Tiada harmoni lama dipangku
seperti nafasmu cepat berlalu.
Tanganmu menengadah ke atas
lalu bicara lewat matamu,
lewat hatimu,
lewat mautmu.

“Di mana aku bisa memeluk cinta?”
Demikian kalimat terakhir terungkap
dari balik wajah pengharap
yang gelap.



Bogor, 30 Juli 2012.